
BAGIAN 1
Pembukaan — sebab dan konteks persamuan Dharma
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 4 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
Demikianlah yang telah kudengar. Pada suatu ketika, Buddha berada di negeri Śrāvastī, di Taman Jeta, di Taman Anāthapiṇḍika, bersama persamuan besar para bhikṣu, berjumlah seribu dua ratus lima puluh orang. Pada waktu itu, ketika tiba saat makan, Yang Dimuliakan mengenakan jubah, membawa mangkuk, dan memasuki kota besar Śrāvastī untuk menerima dana makanan. Di dalam kota itu, setelah menerima makanan secara berurutan dari rumah ke rumah, Beliau kembali ke tempat semula. Setelah selesai makan, Beliau menyimpan jubah dan mangkuk, membasuh kaki, menghamparkan tempat duduk, lalu duduk.
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Demikianlah yang telah kudengar
Kalimat pembuka mengantar pembaca ke kisah yang disampaikan dalam sutra.
Baca paragraf rujukanTaman Jeta di Sravasti
Buddha berada bersama persamuhan yang disebut berjumlah 1.250 bhiksu. Bagian ini memperkenalkan tempat dan suasana sebelum percakapan dimulai.
Baca paragraf rujukanKehadiran dalam keseharian
Menerima makanan, kembali, makan, mencuci kaki, lalu duduk. Urutan tindakan sederhana ini menjadi pembukaan sutra.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Di Taman Jeta, sebuah ajaran mendalam dimulai dari kegiatan sehari-hari yang sederhana.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 2
Buddha sedang menjalani kehidupan sehari-hari bersama para bhikṣu. Ia pergi menerima makanan, kembali, makan, mencuci kaki, menyiapkan tempat duduk, lalu duduk. Sutra ini dimulai dari kehidupan yang sederhana—bukan dari sesuatu yang luar biasa.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.