BAGIAN 31
Tidak melahirkan kemelekatan pada pandangan
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 46 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
‘, jika seseorang mengatakan: “Buddha mengajarkan pandangan tentang aku, pandangan tentang orang, pandangan tentang makhluk, dan pandangan tentang pemilik kehidupan,” Subhūti, bagaimana pendapatmu? Apakah orang itu memahami makna yang Aku katakan?’ Subhūti berkata: ‘Tidak, Yang Dimuliakan. Orang itu tidak memahami makna yang dikatakan . Mengapa? Yang Dimuliakan mengatakan pandangan tentang aku, pandangan tentang orang, pandangan tentang makhluk, dan pandangan tentang pemilik kehidupan; semuanya sebenarnya bukan pandangan tentang aku, orang, makhluk, atau pemilik kehidupan; karena itu disebut pandangan tentang aku, orang, makhluk, dan pemilik kehidupan.’ ‘Subhūti, orang yang membangkitkan hati menuju Anuttara Samyaksaṃbodhi terhadap semua Dharma hendaknya mengetahui demikian, melihat demikian, mempercayai dan memahaminya demikian, dan tidak melahirkan tanda Dharma. Subhūti, yang disebut tanda Dharma oleh Tathāgata sebenarnya bukan tanda Dharma; karena itu disebut tanda Dharma.’
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Pandangan tidak dibuat tetap
Pandangan tentang aku, orang, makhluk, dan kehidupan kembali diperiksa.
Baca paragraf rujukanMengetahui tanpa melekat
Ajakan mengetahui dan melihat dibaca bersama pengingat untuk tidak melekat pada gagasan Dharma.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Mengetahui dan melihat Dharma tanpa membangkitkan kemelekatan pada gagasannya.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 32
Pada akhirnya, Sutra Intan mengajak kita melakukan sesuatu tanpa menggenggamnya sebagai “aku”, “milikku”, atau “pencapaianku”. Kita tetap hidup dan bertindak—tetapi dengan tangan batin yang lebih terbuka.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.