Edisi Pertama · Halaman 13 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
‘, bagaimana pendapatmu? Jika seseorang memenuhi tiga ribu maha-ribu dunia dengan tujuh permata lalu menggunakannya untuk memberi, apakah kebajikan yang diperoleh orang itu banyak?’ Subhūti berkata: ‘Sangat banyak, Yang Dimuliakan. Mengapa? Kebajikan itu sendiri bukan hakikat kebajikan; karena itu menyebutnya kebajikan yang banyak.’ ‘Jika ada orang lain yang menerima dan mempertahankan bahkan empat baris syair dari sutra ini dan menjelaskannya kepada orang lain, kebajikannya melampaui yang sebelumnya. Mengapa? Subhūti, semua Buddha dan Dharma Anuttara Samyaksaṃbodhi para Buddha semuanya muncul dari sutra ini. Subhūti, yang disebut Buddha-Dharma sebenarnya bukan Buddha-Dharma; karena itu disebut Buddha-Dharma.’
Teks mengikuti Edisi Pertama. Teks sumber, terjemahan studi, dan interpretasi dibedakan. Tentang sumber
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Menerima, mempertahankan, dan menjelaskan ajaran dibahas bersama makna kebajikan.
Ringkasan web untuk penelaahan.
Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 9
Memberi materi dalam jumlah luar biasa besar digambarkan sebagai kebajikan besar. Namun memahami dan menyampaikan inti kebijaksanaan lebih dalam daripada sekadar mengumpulkan pemberian. Bahkan istilah “Buddha-Dharma” tidak boleh dijadikan benda tetap.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
1
Persembahan dan kebajikan
Teks memulai dengan perbandingan persembahan tujuh macam permata.
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Menerima, mempertahankan, dan menjelaskan ajaran dibahas bersama makna kebajikan.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 9
Memberi materi dalam jumlah luar biasa besar digambarkan sebagai kebajikan besar. Namun memahami dan menyampaikan inti kebijaksanaan lebih dalam daripada sekadar mengumpulkan pemberian. Bahkan istilah “Buddha-Dharma” tidak boleh dijadikan benda tetap.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.