BAGIAN 16
Pengikisan karma dan buah yang tak terukur
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 27–28 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
‘Selanjutnya, , jika seorang putra baik atau putri baik menerima, mempertahankan, membaca, dan melafalkan sutra ini, tetapi ia dihina atau diremehkan oleh orang lain, ketahuilah bahwa karma buruk dari kehidupan-kehidupannya yang lampau seharusnya menyebabkan ia jatuh ke alam buruk; karena pada kehidupan sekarang ia diremehkan, karma buruk dari kehidupan lampau itu menjadi lenyap, dan ia akan memperoleh Anuttara Samyaksaṃbodhi.’ ‘Subhūti, Aku mengingat masa lampau: selama kalpa-kalpa yang tak terukur dan tak terhitung, sebelum Buddha Dīpaṃkara, Aku bertemu dengan delapan ratus empat puluh ribu juta nayuta Buddha, dan semuanya Aku hormati, Aku layani, dan tidak ada satu pun yang kulewati tanpa memberikan persembahan dan pelayanan. Jika kemudian pada masa akhir terdapat orang yang mampu menerima, mempertahankan, membaca, dan melafalkan sutra ini, kebajikan yang diperolehnya dibandingkan dengan kebajikan yang Aku peroleh dari menghormati semua Buddha itu tidak mencapai satu bagian dari seratus; bahkan tidak mencapai satu bagian dari seribu, sejuta, miliaran, dan sampai pada bagian yang tidak dapat dijangkau oleh perhitungan atau perumpamaan.’ ‘Subhūti, jika pada masa akhir ada putra baik atau putri baik yang menerima, mempertahankan, membaca, dan melafalkan sutra ini, jika Aku menjelaskan kebajikan yang diperolehnya secara lengkap, mungkin ada orang yang mendengarnya dan pikirannya menjadi kacau, bingung, atau ragu sehingga tidak percaya. Subhūti, ketahuilah bahwa makna sutra ini tidak dapat dipikirkan dan buah akibatnya juga tidak dapat dipikirkan.’
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Membaca konteks dengan hati-hati
Teks sumber membahas perlakuan buruk dan karma. Penjelasan ini tidak digunakan untuk menyalahkan korban atau membenarkan perlakuan buruk.
Baca paragraf rujukanMakna yang tidak mudah diukur
Penutup bagian mengingatkan keterbatasan membayangkan makna dan buah kebajikan sutra.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Bagian ini membahas rintangan karma dan pemeliharaan ajaran dalam keadaan sulit.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 17
Kebajikan, tubuh, dunia, dan identitas tidak perlu dijadikan milik mutlak. Melepaskan rasa memiliki yang kaku membuka ruang bagi kebebasan. Bahkan pemahaman yang sangat dalam tidak perlu dijadikan identitas. “Aku sudah memahami” dapat menjadi bentuk kemelekatan baru.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.