BAGIAN 6
Keyakinan yang langka dan perumpamaan rakit
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 10–11 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
berkata kepada Buddha: ‘Yang Dimuliakan, adakah makhluk yang, setelah mendengar ucapan dan rangkaian kalimat seperti ini, melahirkan keyakinan yang sungguh-sungguh?’ Buddha berkata kepada Subhūti: ‘Jangan berkata demikian. Setelah parinirvāṇa, pada lima ratus tahun terakhir, akan ada orang yang menjaga sila dan membina kebajikan, yang terhadap rangkaian kalimat ini mampu melahirkan keyakinan dan menganggapnya sebagai kebenaran. Ketahuilah bahwa orang ini bukan hanya telah menanam akar kebajikan di hadapan satu Buddha, dua Buddha, atau tiga, empat, lima Buddha; ia telah menanam berbagai akar kebajikan di hadapan Buddha-Buddha yang tak terhitung banyaknya. Jika ia mendengar rangkaian kalimat ini dan bahkan dalam satu pikiran melahirkan keyakinan yang murni, Subhūti, Tathāgata sepenuhnya mengetahui dan melihatnya; makhluk-makhluk ini memperoleh kebajikan yang demikian tak terukur. Mengapa? Karena makhluk-makhluk ini tidak lagi memiliki tanda “aku”, “orang”, “makhluk”, atau “pemilik kehidupan”.’ ‘Mereka juga tidak memiliki gambaran Dharma maupun gambaran bukan-Dharma. Mengapa? Jika pikiran makhluk-makhluk ini menggenggam suatu tanda, ia akan melekat pada aku, orang, makhluk, dan pemilik kehidupan.’ ‘Jika menggenggam tanda Dharma, ia melekat pada aku, orang, makhluk, dan pemilik kehidupan. Mengapa? Jika menggenggam tanda bukan-Dharma, ia pun melekat pada aku, orang, makhluk, dan pemilik kehidupan. Karena itu seseorang tidak seharusnya mengambil Dharma dan tidak seharusnya mengambil bukan-Dharma. Karena makna inilah Tathāgata selalu berkata: “Wahai para bhikṣu, ketahuilah Dharma yang Aku ajarkan seperti perumpamaan rakit: bahkan Dharma pun hendaknya ditinggalkan; terlebih lagi bukan-Dharma.”’
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Menanam akar kebajikan
Teks menghubungkan penerimaan ajaran dengan sila dan akar kebajikan.
Baca paragraf rujukanTidak melekat pada Dharma
Kemelekatan pada Dharma maupun bukan-Dharma sama-sama dibahas sebagai keterikatan.
Baca paragraf rujukanPerumpamaan rakit
Ajaran diumpamakan sebagai rakit untuk menyeberang. Perumpamaan ini tidak menjadi alasan mengabaikan pembelajaran.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Keyakinan yang jernih tumbuh bersama kebajikan dan sikap tidak melekat, bahkan pada ajaran.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 7
Keyakinan di sini bukan sekadar percaya tanpa melihat. Pemahaman menjadi matang ketika kita tidak melekat pada “aku”, orang, makhluk, atau pemilik kehidupan—bahkan tidak melekat pada gagasan tentang Dharma maupun bukan-Dharma. Dharma diibaratkan rakit: dipakai untuk menyeberang, bukan untuk dipanggul selamanya.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.