BAGIAN 30
Partikel, dunia, dan kesatuan terkumpul
Terjemahan Indonesia
Edisi Pertama · Halaman 45 · Terjemahan studi penuh dalam Edisi Pertama; bukan kutipan kanonik.
‘, jika putra baik atau putri baik menghancurkan tiga ribu maha-ribu dunia menjadi partikel-partikel debu, bagaimana pendapatmu? Apakah kumpulan partikel debu itu banyak?’ Subhūti berkata: ‘Sangat banyak, Yang Dimuliakan. Mengapa? Jika kumpulan partikel debu itu sungguh-sungguh ada, Buddha tidak akan menyebutnya kumpulan partikel debu. Mengapa demikian? Apa yang disebut Buddha sebagai kumpulan partikel debu sebenarnya bukan kumpulan partikel debu; karena itu disebut kumpulan partikel debu.’ ‘Yang Dimuliakan, dunia yang disebut sebenarnya bukan dunia; karena itu disebut dunia. Mengapa? Jika dunia sungguh-sungguh ada, maka itu adalah suatu “kesatuan yang terkumpul”. Apa yang disebut Tathāgata sebagai “kesatuan yang terkumpul” sebenarnya bukan kesatuan yang terkumpul; karena itu disebut kesatuan yang terkumpul.’ ‘Subhūti, kesatuan yang terkumpul itu tidak dapat dikatakan; tetapi orang biasa melekat pada perkara itu.’
Pelajari lebih lanjut
INTERPRETASI · Penjelasan draf untuk penelaahan.
Dunia dan bagian-bagiannya
Dunia dibayangkan terurai menjadi partikel-partikel kecil. Pembahasannya meninjau dunia dan sebutannya, tanpa menyamakannya dengan teori atom modern.
Baca paragraf rujukanKemelekatan pada kesatuan
Bagian ini memperingatkan tentang memperlakukan kesatuan tanda sebagai sesuatu yang dapat digenggam.
Baca paragraf rujukan
RUANG PEMAHAMAN · TERPISAH DARI TEKS SUTRA
Inti bagian
Dunia dan partikel kecil menjadi cara meninjau kemelekatan pada kesatuan yang dianggap tetap.
Ringkasan web untuk penelaahan.Penjelasan singkat
Edisi Pembaca · Halaman 31
bukan pelarian dari kehidupan. Kebijaksanaan kembali ke hal-hal biasa—cara kita memberi, berbicara, melihat, mendengar, dan memperlakukan orang lain.
Penjelasan disalin dari Edisi Pembaca. Penekanan antarbahasa dapat berbeda; bandingkan dengan teks sutra lengkap.